Selasa, 25 September 2012

MALAM TAMPA GELAP


Ditulis oleh tie

          Sebuah detik waktu membngunkan aku dalam sebuah tidur yang terlelap, tidak semua malam harus dimaknai dengan makna yang indah. Kadang harus diakhiri oleh sebuah mimpi buruk. Sesaat hanya jejak sunyi yang menghimpitku dalam pejaman mata yang silau akan bayangan masa lalu. Masa dimana sebagian orang menganggapnya sebagai bagian yang harus dilupakan. Mungkin aku yang termasuk bagian tersebut, walaupun aku tahu kalau sekarang adalah bagian impian masa lalu yang tidak terlepas dari sebuah harapan – harapan


       Apa yang ada sekarang memang belum tentu sesuai dengan harapan masa lalu tetapi apa yang menjadi impian sekarang adalah representasi dari ketidakbosanan kita untuk bermimpi dan tidak mau kalah dengan realitas. Dalam hidup ini idealitas tidak pernah mengalahkan realitas karna manusia terkadang lupa bahwa dia ada dalam sebuah batas diantara banyak kemungkinan – kemungkinan. Sesuatu harap lirih menyadarkan aku bahwa hidup ini milik aku yang bisa kuatur kapan mimpiku akan jadi kenyataan.
       Mengapa kenyataan harus identik dengan batas ruang dan waktu dan bahagia identik dengan cinta dan kasih sayang. Terlalu banyak orang menceritakan tentang kedua arti tersebut sampai aku bingung apa dan dimana orang harus mulai memikirkannya. Tidak semua orang mau berfikir arti kenyataan, cinta dan kasih sayang. Tetapi hampir semua orang senang untuk membicarakannya. Bahkan semua orang merasa sombong karna sudah memiliki cinta dalam kehidupannya. Aku sangat aneh mendengar kata tersebut disebutkan oleh orang – orang yang memanfaatkannya menjadi alat untuk memperbudak hawa nafsunya, mungkin aku orang yang termasuk didalamnya. Sumpah atas nama cinta juga selalu disebutkan untuk membenarkan kalau kita merasa harus membenarkan apa yang kita lakukan untuk membenarkan tingkah kita pada orang lain.
       Apakah cinta harus dibuktikan dengan ketaatan, atau dengan kata – kata yang indah setiap hari. Apakah cinta hanya muncul diantara rayuan yang romantis ataukah sebaliknya cinta ada diantara pemberontakan , kata – kata yang kasar dan tindakan yang keras. Mungkin jawabannya tidak untuk semuanya. Sebab cinta adalah kebenaran yang ada disela – sela hati dan naluri kehidupan. Kebahagian ada jika cinta menyertainya walaupu diekspresikan dengan tingkah dan kata yang menurut sebahagian orang jelek. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar