Ditulis oleh tie
Sebuah detik
waktu membngunkan aku dalam sebuah tidur yang terlelap, tidak semua malam harus
dimaknai dengan makna yang indah. Kadang harus diakhiri oleh sebuah mimpi
buruk. Sesaat hanya jejak sunyi yang menghimpitku dalam pejaman mata yang silau
akan bayangan masa lalu. Masa dimana sebagian orang menganggapnya sebagai
bagian yang harus dilupakan. Mungkin aku yang termasuk bagian tersebut,
walaupun aku tahu kalau sekarang adalah bagian impian masa lalu yang tidak
terlepas dari sebuah harapan – harapan
Apa yang ada sekarang memang belum tentu
sesuai dengan harapan masa lalu tetapi apa yang menjadi impian sekarang adalah
representasi dari ketidakbosanan kita untuk bermimpi dan tidak mau kalah dengan
realitas. Dalam hidup ini idealitas tidak pernah mengalahkan realitas karna
manusia terkadang lupa bahwa dia ada dalam sebuah batas diantara banyak
kemungkinan – kemungkinan. Sesuatu harap lirih menyadarkan aku bahwa hidup ini
milik aku yang bisa kuatur kapan mimpiku akan jadi kenyataan.
Mengapa kenyataan harus identik dengan
batas ruang dan waktu dan bahagia identik dengan cinta dan kasih sayang.
Terlalu banyak orang menceritakan tentang kedua arti tersebut sampai aku
bingung apa dan dimana orang harus mulai memikirkannya. Tidak semua orang mau
berfikir arti kenyataan, cinta dan kasih sayang. Tetapi hampir semua orang
senang untuk membicarakannya. Bahkan semua orang merasa sombong karna sudah
memiliki cinta dalam kehidupannya. Aku sangat aneh mendengar kata tersebut
disebutkan oleh orang – orang yang memanfaatkannya menjadi alat untuk
memperbudak hawa nafsunya, mungkin aku orang yang termasuk didalamnya. Sumpah
atas nama cinta juga selalu disebutkan untuk membenarkan kalau kita merasa
harus membenarkan apa yang kita lakukan untuk membenarkan tingkah kita pada
orang lain.
Apakah cinta harus dibuktikan dengan
ketaatan, atau dengan kata – kata yang indah setiap hari. Apakah cinta hanya
muncul diantara rayuan yang romantis ataukah sebaliknya cinta ada diantara
pemberontakan , kata – kata yang kasar dan tindakan yang keras. Mungkin
jawabannya tidak untuk semuanya. Sebab cinta adalah kebenaran yang ada disela –
sela hati dan naluri kehidupan. Kebahagian ada jika cinta menyertainya walaupu
diekspresikan dengan tingkah dan kata yang menurut sebahagian orang jelek.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar